Israel Cegat Konvoi Kapal Bantuan ke Gaza, Eropa Geram

Internasional Kabar News Terkini

Global Sumud Flotilla merupakan aksi kemanusiaan global yang berupaya berlayar membawa bantuan menuju Gaza. Foto: REUTERS/Stefanos Rapanis).

ATHENA, KABAR.ID – Aksi militer Israel terhadap Global Sumud Flotilla (GSF), konvoi kapal bantuan menuju Gaza, menuai kecaman keras dari berbagai negara Eropa.

Mereka mendesak Tel Aviv untuk menjamin keselamatan ratusan relawan internasional yang ikut serta dalam misi kemanusiaan tersebut.

Konvoi GSF terdiri dari sekitar 50 kapal dengan lebih dari 500 relawan dari 40 negara. Misi mereka sederhana tapi sarat makna: menentang blokade laut Israel sekaligus mengirimkan bantuan pangan dan medis bagi warga Palestina di Jalur Gaza yang terkepung.

Eropa Tuntut Perlindungan Warga

Kementerian Luar Negeri Israel pada Rabu (1/10) menyatakan telah “menahan beberapa kapal” dari armada tersebut. Israel berdalih, proses penahanan berlangsung aman dan seluruh penumpang sedang dievakuasi ke sebuah pelabuhan di Israel.

Namun pernyataan itu tak meredakan kecaman. Pemerintah Portugal memastikan tiga warganya ditahan, termasuk seorang anggota parlemen. Presiden Portugal, Marcelo Rebelo de Sousa, menegaskan pihaknya memberikan dukungan konsuler penuh demi menjamin hak-hak mereka.

Nada serupa datang dari Italia. Menteri Pertahanan Guido Crosetto mengecam tindakan Israel “dengan sangat keras” karena warganya juga ikut dalam flotilla. Ia bahkan mengaku telah mengizinkan intervensi darurat dari satuan angkatan laut Italia yang tengah menuju lokasi, untuk kemungkinan operasi penyelamatan.

Prancis dan Spanyol pun tak tinggal diam. Kedua negara itu mendesak Israel menjamin perlindungan konsuler bagi warganya dan memfasilitasi kepulangan mereka secepat mungkin.

GSF: “Ini Kejahatan Perang”

Sementara itu, pihak GSF melaporkan bahwa militer Israel melakukan tindakan agresif di laut. Dalam pernyataan di kanal Telegram, GSF menyebut kapal Florida sengaja ditabrak, sedangkan Yulara, Meteque, dan kapal lainnya diserang dengan meriam air.

“Meski semua awak kapal selamat, serangan ilegal terhadap kapal kemanusiaan yang tidak bersenjata ini merupakan kejahatan perang,” tegas pernyataan resmi GSF seperti dikutip Kabar.id dari Xinhua (3/10/2025).

Hingga kini, Israel belum memberikan penjelasan detail terkait dugaan penyerangan tersebut, sementara tekanan internasional terus meningkat (Wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *