Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Foto : Ist.
ANKARA, KABAR.ID — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan negaranya siap memediasi ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat di tengah meningkatnya eskalasi di kawasan Timur Tengah. Ankara menegaskan penolakannya terhadap pecahnya perang baru dan mendorong penyelesaian konflik melalui jalur dialog.
Pernyataan itu disampaikan Erdogan saat melakukan kunjungan resmi ke Arab Saudi, Selasa, menyusul memanasnya situasi antara Washington dan Teheran.
“Kami sama sekali tidak menginginkan perang baru di kawasan ini dan mengadvokasi penyelesaian melalui akal sehat serta dialog,” kata Erdogan, seperti dikutip Kabar.id dari harian Turkiye Sabah (04/02/2025) .
Erdogan menegaskan, Turki siap memfasilitasi pembicaraan langsung antara Amerika Serikat dan Iran guna meredam ketegangan yang berpotensi memicu konflik lebih luas.
Menurutnya, upaya pencegahan eskalasi harus dilakukan melalui konsultasi dan koordinasi berkelanjutan dengan negara-negara kawasan, termasuk Arab Saudi dan Pakistan.
Pernyataan Erdogan muncul di tengah situasi yang semakin panas, setelah Gedung Putih mengungkapkan Komando Pusat Amerika Serikat menembak jatuh sebuah drone Iran yang diduga bersikap agresif terhadap kapal perang AS.
Sebelumnya, pada Januari lalu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa sebuah “armada besar” tengah bergerak menuju Iran. Trump juga berharap Teheran bersedia kembali ke meja perundingan dan menandatangani kesepakatan yang disebutnya “adil dan setara”, termasuk mencakup penghapusan total senjata nuklir.
Trump bahkan memperingatkan, jika tidak tercapai kesepakatan terkait program nuklir Iran, serangan AS di masa depan akan jauh lebih buruk dibandingkan serangan-serangan sebelumnya.
Situasi ini membuat peran mediator internasional semakin krusial untuk mencegah konflik terbuka yang dapat mengguncang stabilitas kawasan (Wan).

