JAKARTA, KABAR.ID-Startup quick commerce Indonesia, Astro, dikabarkan baru saja mengantongi pendanaan segar sebesar US$51,9 juta atau sekitar Rp800 miliar. Yang bikin heboh, pendanaan ini dipimpin langsung oleh raksasa e-commerce dunia, Amazon, dengan dukungan investor lama Astro.
Kabar investasi ini pertama kali dilaporkan oleh DealStreetAsia pada Senin (15/9/2025).
Astro, yang berdiri pada 2021, dikenal dengan layanan belanja kebutuhan harian dengan pengiriman super cepat lewat jaringan dark store di area Jabodetabek.
Sebelumnya seperti dikutip Kabar.id dari Dailysocial.id, Astro ini sudah mengumpulkan dana US$27 juta di putaran Seri A, lalu US$60 juta di Seri B pada 2022. Beberapa investor besar yang terlibat antara lain Accel, Sequoia Capital India (sekarang Peak XV), Tiger Global, AC Ventures, dan Lightspeed.
Strategi Amazon di Asia
Masuknya Amazon ke Astro dinilai sejalan dengan strategi global mereka di sektor quick commerce. Sebelumnya, Amazon resmi meluncurkan layanan “Amazon Now” di India pada Juni 2025, dimulai di Bengaluru dan kini sudah merambah Delhi serta Mumbai.
Amazon mengklaim pertumbuhan pemesanan di dua kota awal mencapai 25% per bulan, ditopang lebih dari 100 micro-fulfilment center (MFC). Standar layanan yang mereka tetapkan pun cukup ambisius: pengiriman dalam 10 menit.
Dampaknya ke Indonesia
Kehadiran Amazon lewat Astro bisa jadi game-changer di pasar on-demand Tanah Air. Suntikan modal berpotensi memperkuat eksekusi operasional Astro, mulai dari kepastian stok barang, optimasi rute kurir, hingga mempercepat waktu pengiriman.
Dengan kompetisi layanan kebutuhan harian yang semakin ketat, langkah Amazon ini juga memberi sinyal bahwa standar industri bisa berubah. Tidak lagi sekadar “siapa yang lebih cepat”, tapi juga soal ketersediaan produk, harga bersaing, dan pengalaman belanja yang konsisten.
Jika strategi India berhasil ditransfer ke Indonesia, jangan heran kalau standar layanan pengiriman 10–15 menit jadi tolok ukur baru (Wan).

