JAKARTA, KABAR.ID– Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan cenderung mendatar pada perdagangan Selasa. Pelaku pasar masih bersikap wait and see sambil mencermati berbagai langkah reformasi pasar modal Indonesia yang tengah bergulir.
Mengutip data RTI Business, IHSG dibuka melemah tipis 0,29 poin atau 0,01% ke level 8.031,58. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 justru naik 0,15 poin atau 0,01% ke posisi 820,94.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, memprediksi IHSG masih akan bergerak terbatas dalam rentang konsolidasi.
“Diperkirakan IHSG akan cenderung berkonsolidasi atau mendatar di kisaran 8.000–8.100,” ujar Ratna dalam kajiannya di Jakarta, dikutip Kabar.id dari Antara, Selasa.
Dari dalam negeri, perhatian pelaku pasar tertuju pada langkah BEI yang dijadwalkan menggelar pertemuan teknis lanjutan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Rabu (11/2). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari diskusi sebelumnya yang telah berlangsung pada 2 dan 5 Februari 2026.
BEI bersama jajaran Self-Regulatory Organization (SRO) akan mengajukan sejumlah inisiatif strategis kepada MSCI. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia yang ditargetkan rampung pada April 2026.
Di sisi lain, FTSE Russell mengumumkan penundaan review indeks Indonesia untuk periode Maret 2026. Review kuartalan selanjutnya dijadwalkan pada Juni 2026, dengan pengumuman resmi pada 22 Mei 2026.
Sentimen domestik juga datang dari data ekonomi. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia tercatat naik ke level 127,0 pada Januari 2026, dari sebelumnya 123,5 pada Desember 2025. Capaian ini menjadi level tertinggi sejak Januari 2025.
Selain itu, penjualan sepeda motor tumbuh 3,1% secara tahunan (yoy) menjadi 577.763 unit pada Januari 2026. Angka tersebut merupakan level tertinggi dalam tiga bulan terakhir, setelah sempat tertekan dengan penurunan tajam 14,5% pada Desember 2025.
Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati potensi perlambatan penjualan ritel. Retail sales Desember 2025 diperkirakan melambat ke 5,5%, dari 6,3% pada November 2025.
Dari global, bursa saham Wall Street kompak menguat pada perdagangan Senin (9/2). Indeks Dow Jones naik 0,04% ke 50.135,87, S&P 500 menguat 0,47% ke 6.964,79, dan Nasdaq Composite melesat 0,77% ke level 25.268,14.
Sementara itu, pergerakan bursa Asia pagi ini bervariasi. Nikkei melonjak 2,77% ke 57.926,10, Hang Seng menguat 0,55% ke 27.176,38, Shanghai melemah 0,08% ke 4.119,79, dan Straits Times turun 0,23% ke 4.949,62 (Ant/KBI).

