JAKARTA, KABAR.ID — Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan yang dilakukan Israel di wilayah selatan Lebanon. Serangan tersebut dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional serta melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.
Kecaman itu disampaikan secara resmi oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada Sabtu (14/3/2026). Dalam pernyataannya, pemerintah menilai tindakan militer tersebut berpotensi memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Indonesia pun menyerukan kepada semua pihak agar menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon. Pemerintah juga meminta agar serangan yang membahayakan warga sipil dan infrastruktur dihentikan segera.
“Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon, menghentikan serangan yang membahayakan warga dan infrastruktur sipil, serta kembali pada dialog dan diplomasi,” demikian pernyataan resmi Kemlu RI.
Pemerintah Indonesia juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya ketegangan di Lebanon, terutama di ibu kota Beirut serta sepanjang garis demarkasi Blue Line di Lebanon selatan.
Situasi semakin memanas setelah terjadi serangan terhadap pos pasukan penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) yang mengakibatkan sejumlah personel penjaga perdamaian terluka.
Indonesia menegaskan bahwa semua pihak memiliki kewajiban di bawah hukum internasional untuk menjamin keselamatan personel dan fasilitas milik Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Di tengah situasi tersebut, pemerintah memastikan terus memantau perkembangan di lapangan, terutama terkait keselamatan pasukan perdamaian Indonesia yang tergabung dalam Kontingen Garuda yang bertugas di UNIFIL.
“Keselamatan dan keamanan personel pasukan pemelihara perdamaian menjadi prioritas utama dalam situasi saat ini,” tulis Kemlu RI.
Pemerintah Indonesia juga menyampaikan apresiasi atas integritas, profesionalisme, dan dedikasi Kontingen Garuda dalam menjalankan mandat menjaga stabilitas dan perdamaian di Lebanon selatan.
Indonesia berharap seluruh personel Kontingen Garuda dapat menjalankan tugasnya dengan aman di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.

